Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Ditutup Melemah Ke Level Rp2.670 Pada Perdagangan Hari Rabu, 1 Juli 2026

Table of Contents

Arthanomi.com - Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil berbalik menguat sebesar 0,92% ke level 5.695, saham BBRI justru mengalami tekanan jual yang cukup signifikan sepanjang hari dan menjadi salah satu beban (laggard) bagi sektor keuangan (IDXFinance).

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Ditutup Melemah Ke Level Rp2.670 Pada Perdagangan Hari Rabu, 1 Juli 2026
Photo by Ajaib

​Detail Pergerakan Saham BBRI (1 Juli 2026)

​Berikut adalah ringkasan data perdagangan saham BBRI pada hari ini:

  • Harga Penutupan: Rp2.670
  • Perubahan: Turun 60 poin (-2,20%) dibandingkan penutupan sebelumnya (Rp2.730).
  • Harga Pembukaan: Rp2.700
  • Harga Tertinggi (High): Rp2.750
  • Harga Terendah (Low): Rp2.670 (ditutup di harga terendah harian)
  • Volume Perdagangan: 302,58 juta lembar saham.
  • Kapitalisasi Pasar: ~Rp400,61 triliun.

​Pada awal perdagangan, BBRI sempat dibuka melemah di Rp2.700, namun sempat mencoba rebound hingga menyentuh level tertinggi di Rp2.750. Sayangnya, aksi jual masif menjelang akhir sesi kedua membuat harga terus tertekan hingga berakhir stagnan di level terendahnya hari ini, yaitu Rp2.670. Pelemahan ini beriringan dengan rilis data inflasi Juni 2026 nasional yang melonjak ke angka 3,34% akibat kenaikan harga BBM nonsubsidi, memicu kekhawatiran pasar terhadap daya beli dan beban biaya dana perbankan.

​Prediksi dan Analisis Teknikal Selanjutnya

​Melihat BBRI ditutup tepat di harga terendahnya (Low), sentimen jangka pendek cenderung masih bearish.

  • Skenario Bearish (Lanjutan Pelemahan): Level Rp2.670 merupakan area support psikologis yang krusial. Jika pada perdagangan esok hari (Kamis, 2 Juli 2026) harga BBRI menembus ke bawah Rp2.670, maka saham ini berpotensi menguji area support kuat berikutnya di rentang Rp2.540 – Rp2.600 (area terendah 52 minggu terakhir).
  • Skenario Bullish (Tekanan Jual Jenuh): Dengan rasio P/E yang kini cukup atraktif di kisaran 6,8x dan indikator teknikal yang mendekati jenuh jual (oversold), penurunan ini berpeluang memancing aksi buy on weakness dari investor institusi. Jika berhasil bertahan di atas Rp2.670, BBRI berpotensi mengalami technical rebound menguji resistance terdekat di area Rp2.730 – Rp2.750.​
Rekomendasi: Untuk para trader, disarankan Wait and See terlebih dahulu guna melihat apakah level Rp2.670 mampu bertahan. Bagi investor jangka panjang, valuasi BBRI saat ini sudah terhitung relatif murah untuk dicicil secara bertahap.

Post a Comment